Jumat, 09 Juni 2017

Asal Muasal Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia

sejarah-garasitogel - Menurut para Ahli, Sejara Tentara nasional Indonesia dibentuk melalui perjuangan Indonesia untuk mempertahankan proklamsi kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan Belanda yang datang kembali ke Indonesia. TNI awalnya sebuah organisasi bernama Badan Keamanan Rakyat atau disingkat BKR. Kemudian pada Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat yang di singkat TKR dan Tentara Republik Indonesia TRI.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubag menjadi federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan membentuk Angkatan Bersenjata RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, Indonesia RIS dibubarkan dan kembali ke negara kesatuan, Sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (APRI)

Pada tahun 1962, upaya penyatuan antara angkatan bersenjata dengan polisi negara menjadi sebuah organisasi yang disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan perintah dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan peran dan mempertahankan pengaruh kelompok politik tertentu.


Pada tahun 1998 perubahan situasi pulitik Indonesia. Perubahan juga memepngaruhi keberadaan angkatan  bersenjata. Pada tanggal 1 April 1999 militer dan polisi secara resmi dipisahkan menjadi lembaga yang berdiri sendiri. Angkatan bersenjata penunjukan sebagai tentara kembali ke militer, sehingga Panglima TNI Angkata Bersenjata.

Jenderal Sudirman, Panglima pertama dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Pada 22 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sebuah pertemuan yang memustukan untuk membangun tiga mayat sebagai forum untuk menyalurkan potensi perjuangan rakyat. Tubuh ini adalah Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

BKR adalah bagian dari Korban Perang Keluarga Badan helper (BPKKP) yang awalnya bernama Dewan Wakil tentara dan kemudian menjadi Deputi Badan Pertahanan (BPP). BPP sudah di era Jepang dan bertanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan anggota tentara Negara Pertahanan (PETA) dan Heiho.

Pada 18 Agustus 1945 Jepang membubarkan PETA dab Heiho, Tugas untuk mengakomodasi mantan anggota PETA dan Heiho ditangani oleh BPKPP. Dalampermbentukan BKR adalah sebuah perubahan dari hasil eksperimen PPKI pada 19 Agustus 1945 memutuskan untuk mendirikan Tentara Nasional.

Pembentukan BKR diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945. Dalam sambutannya, ia meminta pemuda PETA, Heiho, Kaigun Heiho, dan pemuda lainnya untuk sementara bekerja dalam bentuk BKR dan bersiap-siap untuk dipanggil ke Nasional Tentara jika saatnya, 

Karena pada saat itu komunikasi sulit, tidak semua daerah di Indonesia untuk memdengar pidato Presiden Soekarno. Sebagian besar daerah yangmendenganr Jawa. Sementara tidak semua pulai Sumatera mendengar. Bagian timur Sumatera dan Aceh tidak mendengarnya. 

Meskipun tidak mendengar pemuda di berbagai bagian Sumatera membentuk BKR, tetapi dengan nama lain yaitu Garda Rakyat Keamanan (BKR) atau Badna Penjaga Keamana Rakyat (BPKR).


Jepang menyerah kepada pasukan sekutu menyebabkan kedatangan pasukan Inggris ke Indonesia, yang di gunakna oleh tentara Belanda untuk kembali ke Indonesia. Situasi ini menjadi awal yang tidak aman. Oleh karena itu, pada tanggal 5 Oktober 1945, Pemerintah RI mengeluarkan sebuah keputusan membentuk tentara nasional bernama Tentara Keamanan Rakyat.

Pemerintah memanggil mantal KNIL Mayor Oerip Soemohardjo ke Jakarta, wakil prresiden Dr (HC) Drs Mohammad Hatta diangkat sebagai Kepala Staf Umum TKR dengan opangkat Letnan Jenderal dan diberi tugas membentuk pasukan tentara. Pada saat itu Markas Utama TKR berada di Yogyakarta.

Presiden Soekarno pada tanggal 6 Oktober 1945, mengangkat Suprijadi, PETA tokoh pemberontakan di Blitar untuk menjadi menteri Keamanan Rakyat dan Pemimping Tertinggi TKR. Tapi dia tidak pernah muncul sampai awal Nobember 1945, Sehingga TKR tidak memiliki pemimpin tertinggi. 

Untuk mengatasi hal ini, maka pada 12 November 1945 TKR Konferensi yang di selenggarakan di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Letnjen Oerip Sumohardjo TKR. hasil dan konferensii adalah pemilihan sebagai Pemimpin Tertinggi Kolonel Sudirman menjadi TKRm dengan pangkat Jenderal.


Untuk memperluad fungsi tentara dalam membela kebebasan dan keamanan rakyat Indonesia, pada 1 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan keputusan Pemerintah No.2 / SD 1946 mengubah nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian nama Departemen Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Departemen Petahanan. 
TKR Agung Markas mengeluarkan pengumunan yang dimulai pada tanggal 8 Januari 1946, nama ini diubah untuk Angkatan Darat Tentara Keamanan Rakyat Keselamatan Rakyat. 


Untuk meningkatkan organisasi tentara sesuai dengan militer internasional, maka pada 26 Januari 1946 pemerintah mengeluarkan pemberitahuan tentang penggantian  nama dari BAla Keselamatan Rakyat menjadi Tentara Republik Indonesia. Maklumat ini dikeluarkan melalui Keputusan Pemerintah 4 / SD 1946.
Untuk mencegah kesalapahaman, pemerintah berupaya untuk  menyatukan perjuangan TRI dengan entitas lain. Pada 15 Mei 1947 Presiden Republik Indonesia mengelaurkan penetapan TRI unifikasi dengan lembaga dan tentara paramiliter berjuang dalam satu organisasi.

Pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden meresmikan penyatuan TRI dengan perjuangan paramilitrer ke dalam ke dalam wadah tentara nasional dengan nama Tentara Nasional Indonesia. Presiden juga menetapkan komposisi tertinggi militer. Kepada angkatan bersenjata Jenderal Soerdirman ditunjuk sebagai Kepala pimpinan TNI Shoots anggota adalah Lernan Jenderal Oerip Sumahardjo , Laksamana Nazir , Commodore Suryadarma, Sutomo Mayor Jenderal , Mayor Jenderal Ir. Sakirman, dan Mayor Jenderal Jokosuyono. 

Dalam ketentuan ini juga menyatakan bahwa semua unit Angkatan Bersenjata dan unit paramiliter berubah menjadi militer, harus memenuhi semua perintah dan tunduk pada instruksi yang dikerluarkan oleh tunas pemimpin militer (TNI)




Senin, 05 Juni 2017

Cerita Cinta Presiden Soekarno dan 9 Istrinya

sejarah-garasitogel - Presiden Soekarno tercatat memiliki 9 orang istri selama hidupnya. Soekarno memang dinilai sebagai seorang Don Juan yang selalu mempesona wanita. Berkali-kali diakui oleh Soekarno, dirinya memang seorang pemuja wanita cantik.


Mantan Ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko menceritakan Soekarno memang jagoan soal wanita. Kharisma Soekarno ditambah intelektualitas yang tinggi, membuat wanita-wanita bertekuk-lutut.

Selain itu, Soekarno juga selalu bersikap gallant atau sopan dan hangat pada setiap wanita. Tak peduli wanita itu tua atau muda. Soekarno tak segan-segan mengambilkan minum sendiri untuk tamu wanitanya.

Soekarno juga selalu membantu memegang tangan wanita, jika wanita itu keluar mobil. Dia juga mengumbar pujian pada wanita. Hal ini yang selalu membuat para wanita tersanjung.

Berikut 9 wanita yang bertekuk-lutut dan dipersuntung Soekarno. Diolah dari berbagai sumber oleh wartawan sejarah-garasitogel ,  Petro Simanjuntak, Dedi Supritno, dan Desi Faddilah.

 
Oetari Tjokroaminoto adalah istri pertama Soekarno  menikahi Oetari tahun 1921 di Surabaya. Ketika menikah usia Soekarno baru 20 tahun, sementara Oetari masih 16 Tahun.

Oetari merupakan putri guru Soekarno HOS Tjokroaminoto. Soekarno menikahi Oetari untuk meringankan beban keluarga Tjokro. Kala itu istri Tjokro baru saja meninggal.

Soekarno tidak mencintai Oetari sebagaimana seoarang suami mencintai istrinya. Begitu pula Oetari. Dunia pegerakan Soekarno dan dunia kanak-kanak Oetari terlalu bersebrangan. Hubungan mereka pun lebih seperti kakak-adik.

Pernikahan Soekarno dan Oetari hanya seumur jagung. Soekarno menceraikan Oetari tak lama setelah kuliah di Bandung.


 
Soekarno kos di Bandung tahun 1921. Sejak awal pertemuan di rumah Inggit Garnasih, dia sudah mengagumi sosok Inggit yang matang dan cantik.

Soekarno berusia 20 Tahun dan Inggit berusia 33 Tahun Kala itu. Pernikahan Inggit dengan Haji Sanusi pun tidak bahagia. Pada sosok Inggit Soekarno menemukan pelabuhan cintanya, Inggit begitu telaten melayani dan mendengarkan Soekarno.

Soekarno merebut Inggit dari Sanusi. Mereka kemudian menikah tahun 1923. Inggit mendampingi Soekarno dalam suka dan duka selama hampir 20 tahun.

Pernikahan Soekarno dan Inggit tidak dikaruniai anak. Tahun 1943,Soekarno menceraikan Inggit yang tak mau dimadu.


Dalam pembuangan di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati. Gadis muda ini adalah putri tokoh muhammadiyah di Bengkulu. Usia Soekarno dan Fatmwati terpaut 22 tagun lebih muda.

Hubungan dengan  Fatmawati membuat pernikahan Soekarno dengan Inggit Garnasih berakhir. Inggit menolak dipoligami dan memilih pulang ke Bandung.

Tanggal 1 Juni 1943, Soekarno dan Fatmawati menikah. Soekarno berusia 42 tahun dan Fatma 20 tahun. Setelah Indonesia merdeka, Fatma menjadi ibu negara yang pertama. Dia juga yang menjahut bendera pusaka merah putih.

Dari Fatmawati, Soekarno mendapatkan 5 orang anak. Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.


 
Hartini adalah wanita setia yang sempat mengisi hidup Soekarno saat dipinang sang Proklamtor pada 1953, Hartini berumur 29 tahun dan berstatus janda 5 anak.

Pernikahan keduanya diawali oleh pertemuan di Candi Prambanan, Jawa Tengah, saat sang kepala negara mengadakan kunjungan kerja. SUmber lain menyebutkan, pertemuan di candi itu adalah kelanjutan cinta pandangan pertama keduanya dirumah dinas Wali Kota Salatiga, setahun sebelumnya.

Dari Soekarno, Hartini melahirkan 2 anak, yakni Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra. Hartini tetap menjadi istri saat masa kekuasaannya Soekarno sudah memasuki usia senja.

Hartini juga tetap mempertahankan status pernikahan hingga ajak menjemput Soekarno. Di pangkuan Hartinilah, Putra Sang Fajar mengehmbuskan napas trakhirnya di RS Gatot Subroto pada 21 Juni 1970.


 
Ratna Sari Dewi adalah wanita kelima yang dinikahi Soekarno. Lahir dengan nama Naoko Nermoto di Tokyo, 6 Februari 1940, Dewi dinikahi sang proklamator saat usia 19 tahun. Dari Soekarno, yang ketika itu berumur 57 tahun, Dewi mempunyai 1 anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno.

Kisah pertemuan Soekarno dan Dewi cukup menarik. Gadis Jepang itu berkenalan dengan Soekarno lewat seseorang ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Sebelum menjadi istri Soekarno, Dewi adalah seorang pelajar sekaligus entertainer. Gosip beredar bahwa dia adalah seorang geisha. Namun rumor itu berkali-kali dibantainnya.

Dalam 'A Life in the Day of Madame Dewi' diceritakan, setelah bercerai dengan Soekarno. Dewi kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis dan Amerika Serikat. Pada tahun 2008, ua menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang.

Dewi pernah membuat kontroversi pada 1998,saat dia berpose untuk sebuah buku foto berjudul 'Madame Syuga'. Dibuku itu, di tampilkan Dewi dengan pose-pose setengah bugil dan menanpakkan seperti tatto.


 
Sebelum dinikahi Soekarno pada 1963, Haryati adalah mantan penari istana sekaligus Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena pekerjaan nya itulah,, Haryati dekat dengan sang proklamtor.

Melihat kemolekan Haryati, Soekarno bak arjuna yang tak henti mengirim rayuan kepada wanita berusia 23 tahun itu. Bahkan, status Haryati sebagai kekasih orang lain, tak membuat Soekarno mundur untuk meluapkan rasa cintanya.

hati Haryati pun akhirnya jebol dan tak kuasa menolah pinangan sang kepala negara. Soekarno dan Haryati akhirnya menikah pada 21 Mei 1963. Namun Selang 3 tahun, Hryari diceraikan tanpa anak. Soekarno beralasan sudah tidak cocok. Saat itu, Soekarno juga sedang dekat dengan Ratna Sari Dewi.


 
Perama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada tahun 1963. Kala itu Yurike yang masih  berstatus pelajar menjadi salah satu angggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara kenegaraan.

Pertemuan itu rupanya langsung menarik perhatian Sang Putera Fajar. perhatuan ekstra diberikan sang Presiden kepada gadis bau kencur itu , mulai dari diajak bicara, duduk berdampingan sampai diantar pulang ke rumah.

Rupanya, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Singkat waktu, Bung Karno menyataan perasaan nya dan menyampaikan ingin menikah dengan sang pujaan hati. Seutai kalung pun diberikan ke Yurika.

Akhirnya, Bung Karno menemui orang tua Yurike. Pada 6 Agustus 1964, dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menikah secara islam dirumah Yurike. Berjalannya waktu, ternyata pernikahan ke7 sang Proklamtor berjalan singkat.

Kondisi Bung Karno pada 1967 yang secara de facto di maksulkan sebagai presiden, berdampak pada kehidupan pribadi. Didasari rasa cinta yang luar biasa, Bung Karno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai. Akhirnya penceraian itu terjadi, meski keduanya masih saling cinta.


Sosok wanita ini merupakan salah satu istri yang paling dicintai oleh Soekarno. menikah dengan Kartini Manoppo, Bung Karno dikarunia anak Totok Suryawan Soekarno pada 1967. Keduanya menikah pada 1959.

Awal mula Bung Karno jatuh hati pada wanita yang pernah jadi pramugari Garuda Indonesia itu saat  melihat lukisan karya Basuki Abdullah. Sejak saat itu, Kartini tak pernah absen tiap kali Bung karno pergi keluar negri.

kartini merupakan wanita asal Bolang Mongondow, Sulawesi. Dia terlahir dari keluarga terhormat, sehingga Kartini menutup rapat-rapat pernikahannya dengan Bung Karno. Sejarah mencatat, Kartini merupakan istri ke8 Sang Putra Fajar.


Heldy Djafar merupakan istri terakhir Soekarno, Istri ke9. Keduanya menikah pada 1966, kala itu Bung Karno berusia 65 tahun sedangkan Heldy gadis asal Kurai Kertanegara, Kalimantan Timur itu, masih berusia 18 tahun.
Pernikahan keduanya hanya bertahan 2 tahun, Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subtoro. Heldy sempat mengucap ingin berpisah, Tetapi Soekarno bertahan, Soekarno hanya ingin dipisahkan oleh maut.

Akhirnya pada 19 Juni 1968 Heldy 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor. Kala itu Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno Wafat. Soekarno tutup usia di 21 Juni 1970, dalam usia 69 tahun.


Kamis, 01 Juni 2017

10 Uang Koin Langka Di Indonesia

sejarah-garasitogel - Berikut ini adalah 10 uang koin langka yang pernah di gunakan di Indonesia.

1. Rp 2.000

Nama Uang : Uang Logam Khusuk Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 2.000
Jaman/ masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat : 4.93 gram
-Tebal : -
-Diameter : 18.00 mm

2. Rp 5.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 5.000
Jaman/ masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat : 12.43 gram
-Tebal : -
-Diameter : 30.00 mm

3. Rp 10.000

  
Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seei/Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran :
-Berat : 24.68 gram
-Diameter : 40.00 mm

4. Rp 20.000

 
Nama Uang : Uang Logam Khusu Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 20.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan 
Bahan : Emas 
Bentuk : Bulat Pipih 
-Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran 
-Berat : 49.37 gram
-Tebal : -
-Diameter : 50.00 mm

5. Rp 25.000


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 25.000
Jaman/ Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat : 61.71 gram
-Tebal : -
-Diameter : 55.00 mm

6. Rp 100.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam 1974
Seri/Emisi : Seri Cagar Alam 1974
Pecahan : Rp 100.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 01 October 1974
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat 33.347 gram
-Tebal : 2.49 mm
-Diameter : 34.00 mm

7. Rp 150.000


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri For The Children of The World
Seri/Emisi : Seri For The Children of The World
Pecahan : Rp 150.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 31 January 2000
-Penarikan : -
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat :  6.22 gram
-Tebal : -
-Diameter : 22.00 mm

8. Rp 200.000


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam 1987
Seri/Emisi : Seri Cagar Alam 1987
Pecahan : Rp 200.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 01 October 1987
-Penarikan : -
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat :  10.00 gram
-Tebal : -
-Diameter : 25.00 mm

9. Rp 300.000


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Demokrasi 1995
Seri/Emisi : Seri Demokrasi 1995
Pecahan : Rp 300.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 16 August 1995
-Penarikan : -
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat :  17.00 gram
-Tebal :1.85 mm
-Diameter : 25.00 mm

10. Rp 850.000


Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Presiden RI 1995
Seri/Emisi : Seri Presiden RI 1995
Pecahan : Rp 850.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat Pipih
-Penerbitan : 16 August 1995
-Penarikan : -
Warna Dominan
-Depan : Kuning
-Belakang : Kuning
Ukuran
-Berat :  50.00 gram
-Tebal : 2.78 mm
-Diameter : 35.00 mm


SUMBER : WWW.GARASIGAMING.COM