Tampilkan postingan dengan label SEJARAH KOTA BANDUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH KOTA BANDUNG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

Sejarah Kota Bandung: Asal-Usul Nama "Bandung"


Garasisejarah - KATA “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga.

Menurut mitos, nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum (Sunda: Ci = Cai = Air = Sungai) dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di wilayah Jawa Barat yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Kota Bandung juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.

Julukan Kota Kembang

Kota Bandung dijuluki Kota Kembang. Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, sejarahwan Haryoto Kunto menulis, kembang yang dimaksud ialah Kembang Dayang yang dalam bahasa Sunda sama dengan WTS (Wanita Tunasusila) atau PSK (Pekerja Seks Komersial).

Istilah kota kembang berasal dari peristiwa yang terjadi tahun 1896 saat Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters (Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) yang berkedudukan di Surabaya memilih Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongresnya yang pertama.

Sebagai panitia kongres, Tuan Jacobmendapat masukan dari Meneer Schenk agar menyediakan ‘kembang-kembang’ berupa "noni cantik" Indo-Belanda dari wilayah perkebunanPasirmalang untuk menghibur para pengusaha gula tersebut.
Setelah kongres, para tamu menyatakan sangat puas. Kongres dikatakan sukses besar. Dari mulut peserta kongres itu kemudian keluar istilah dalam bahasa Belanda De Bloem der Indische Bergsteden atau ‘bunganya’ kota pegunungan di Hindia Belanda. Dari situ muncul julukan kota Bandung sebagai kota kembang.

Julukan Parijs van Java

Dalam buku Otobiografi Entin Supriatin, Deritapun Dapat Ditaklukan. Mitra Media Pustaka. Bandung (2006) disebutkan, Bandung dikenal dengan sebutan Parijs Van Java atau Paris-nya Pulau Jawa.

Mungkin mengira istilah itu muncul dari keindahan kota Bandung sama dengan keindahan kota Paris. Padahal bukan itu. Sebenarnya, istilah Parijs van Java muncul karena pada waktu itu di Jalan Braga terdapat banyak toko yang menjual barang-barang produksi Paris, terutama toko pakaian.

Toko yang terkenal diantaranya adalah toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang menjual gaun wanita mode Paris.

Ada juga restoran yang makanan khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi tempat santap para pejabat dan pengusaha Hindia Belanda atau Eropa. Dari situlah muncul julukan lain bagi kota Bandung sebagai Parijs van Java.

Julukan Kota Belanja

Selain itu, kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet (FO) yang banyak tersebar di kota ini.

Tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.

Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.

Kilas Sejarah Kota Bandung

Tahun 1896 Bandung belum menjadi kota tetapi hanya “kampung”. Penduduknya yang terdata 29.382 orang, sekitar 1.250 orang berkebangsaan Eropa, mayoritas orang Belanda.

Saat itu Bandung hanyalah desa udik yang belepotan lumpur, bahkan Jalan Braga yang kemudian melegenda di Bandung masih berupa jalan tanah becek bertahi sapi dan kuda.

Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.

Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.

Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.

Sebutan Bandung Lautan Api kini digunakan sebagai nama stadion bertaraf internasional di kawasan Gedebage, wilayah timur kota Bandung: Stadion Gelanggang Olahraga Bandung Lautan Api (GBLA).



 

Sabtu, 27 Mei 2017

Sejarah Singkat Berdiri dan Terbentuknya Kota Bandung

sejarah-garasitogel - Bandung adalah ibukota provinsi dari Jawa Barat. Kota ini terkenal dengan hawanya yang sejuk dan dikelilingi oleh pegunungan, Pada zaman dahulu Bandung dijuluki sebagai Parijis Van Java (Paris dari Jawa)

Bandung itu berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh Lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga. Menurut cerita mitos, nama "Bandung" diambil dari sebuah kendaraan air yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, Untuk melayari Ci Tarum (Sunda : Ci = Cai = Air = Sungai) dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota uang lama di Dayeuhkolot.


Pada saat zaman Hindia Belanda tahun 1488 kota Bandung waktu itu memiliki nama resmi yaitu Baandoeng.
Bandung saat itu adalah Ibukota dari Kerajaan Pajajaran, Bukti arkeologis menuliskan bahwa pada dulu kala salah satu tipe spesies Homo erectus pernah hidup di tepi sungai Cikapundung dan sekitaran danau tua Bandung.

Sejarah Kota Bandung  yang juga dikenal sebagai Kota Kembang dan Parijis Van Java ini mulai tercatat saat pemerintahan kolonial Hindia yang kala itu datang ke Indonesia. Herman Willem Daendels saat itu Gubernut Jenderal memerintahkan pembangunan sarana dan prasaranan untuk area ini melalui surat keputusan tanggal 25 September 1810, yang mana tanggal itu kemudian menjadi hari kota Bandung.

Pada abad ke-17 dan ke-18, Voc mendirikan area perkebunan kecil di area Bandung yang subur dan makmur, oleh karena itu, pada 1786 kemudian dibangun lagi sebuah jalur suplai yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Bandung, Cianjur, Cirebon, dan Sumedang. Louis Napoleon saat itu adalah pemimpin Belanda dan koloninya memerintahkan Daendels untuk meningkatkan sistem keamanan pulau Jawa agar mereka bisa bertahan melawan ancaman dari Inggris, kemudian dibangun sebuah jalan sepanjang 1000Km, menghubungkan pantai barat dan timur Jawa, dan karena bagian utara dari Jawa Barat pada masa itu masih dipenuhi oleh kubangan dan rawa, jalan yang dibangun tadi di ahlikan menuju Bandung dan diberi nama Jalan Asia-Afrika ketika selesai pada tahun 1810.

Sebagai Ibu kota provinsi Jawa Barat, Bandung dikenal sebagai sebuah kota metropolitan terbesar disana. Bandung juga memehang peringkat kota terbesar ketiga, Dengan lokasi yang terletak 140 km dari tenggara Jakarta, dikalahkan oleh Jakarta dan Surabaya berdasarkan jumlah penduduknya. Di Bandung, terdapat pula sebuah universitas teknik yang pertama berdiri di Indonesia, Yaitu Technische Hoogeschool te Bandung yang sekarang lebih dikenal dengan nama Institus Teknologi Bandung (ITB). Banyak hal bersejarah yang terjadi di kota ini seperti lokasi pertemputan pada masa kemerdekaan dan pada  tahun 1955 menjadi lokasi dilangsungkannya Konferensi Asia-Afrika, dimana pada masa itu pertempuran menyuarakan semangat anti Kolonialisme oleh Belanda. Pada konferensi itu juga, Jawaharla Nehru yang saat itu merupakan Perdana Menteri India berpidato tentang Bandung yang merupakan Ibu Kotanya Asia-Afrika.

Pada bulan Januari tahun 1950, sekelompok pasukan pemberontak yang bernama Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) melakukan serangan terhadap markas Tentara Indonesia Divisi Siliwangi di Bandung. Pasukan yang dipimpin oleh Raymond Westerling dari Belanda dan Raja SUltan Hamid II dari Kalimantan ini menewaskan Letnan Kolonel Lembong dan 93 pasukan Indonesia lainnya. Pada tanggal 24 Januari, sehari setelah kejadian, pasukan ini mencoba menyerang Jakarta, namun kalah setelah terjadi pertempuran di Pacet dan Sultan Hamid II berhasil ditangkap meskipun Westerling berhasil kabur ke Singapura.

Sejarah berdiri dan terbentuknya kota Bandung mulai merah karena darah ketika tahun 1945, Laskar Hitam , sebuah kelompok milisi menculik dan membunuh Otto iskandardinata. Memang, sejak bulan Oktober 1945, banyak kelompok ekstrimis Islam di Jawa Barat yang bertujuan membentuk negara Islam di Indonesia. Korban dari kelompok yang serupa adalah : Poerdireja yang merupakan bupati Priangan, Oekar Bratakoesoemah yang menjadi Walikota Bandung, dan Niti Soemantri yang adalah pemimpin Komite Nasional Indonesia (KNI) di Priangan.

Menyusul Politionele Acties (aksi polisi) yang dilakukan oleh pemerintah Belanda meluncur sebuah Ultimatum dari militer Inggris yang memerintahkan Kombatan-kombatan di bandung untuk mundur, dan berhasil mengembalikan kondisi menjadi sedikit aman. Pada 24 Maret 1946, kombatan-kombatan yang akan meninggalkan kota Bandung memberti jawaban pada ultimatum Inggris ini dengan cara membakar bagian selatan Bandung.

Pada tahun 1955, Bandung menjadi ktoa yang pertama kali menyelenggarakan Konferendi Tingkat Tinggi Asia-Afrika. Ada 29 pemimpin negara yang mengahdiri konferensi ini, Yaitu : Nehru dari India, Nasser dari Mesir, Tito dari Yugoslavia, Nkrumah dari Ghana, U Nu dari Myanmar, dan beberapa negara lainnya. Di tahun ini juga di pilihh sebuah badan parlemen baru bernama Konstituante yang dibuat demi menciptakan konstitusi baru menggantikan UUD 1950. Setelah Bertahun-tahun tanpa hasil, pada 5 Juli 1959 badan ini dihapuskan oleh Presiden Soerkarno.

Itulah Sejarah Singkat Berdiri dan Terbentuknya Kota Bandung.

Shared Jika Bermanfaat, Terima Kasih.


SUMBER : WWW.GARASIGAMING.COM