Tampilkan postingan dengan label Judi Togel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judi Togel. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2017

Sejarah Tari Barong Bali

Garasisejarah - Tari Barong Bali merupakan satu dari begitu banyak bentuk seni yang ada di Bali. Tarian Barong ialah sebuah tari tradisional yang biasa ditandai dengan adanya topeng hewan berkaki empat yang besar dan kostumnya dikenakan oleh satu hingga dua orang. Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan pra-Hindu dan bercerita tentang hal paling klise, yaitu pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Meskipun biasanya Barong digambarkan sebagai seekor macan atau singa, banyak juga jenis-jenis Barong lainnya seperti Barong Keket, Babi, dan Landung. Keket sendiri adalah lembu yang oleh masyarakat Bali dikenal sebagai Raja Hutan dengan nama Banaspati Raja. Ingin tahu bagaimana sejarah selengkapnya mengenai Tari Barong Bali ini ? Berikut Garasi sejarah akan menyajikannya secara ringkas dan jelas untuk anda.


 
Kata “barong” dipercaya muncul dari kata bahrwang yang secara bebas dapat diartikan sebagai beruang. Beruang ini dipercaya sebagai sebuah kekuatan mistis, hewan mitos yang memiliki kekuatan gaib tinggi sehingga dipuja sebagai pelindung. Beberapa sumber mengatakan bahwa sejarah tari Barong Bali merupakan saduran dari cerita masyarakat Tiongkok yaitu Barongsai, sementara beberapa orang lainnya menganggap ada perbedaan yang sangat jelas antara Barongsai dan Barong dimana menurut mereka tarian Barong memiliki nilai cerita yang baik serta tidak jarang diselingi oleh humor yang segar sehingga dapat menjaga penonton agar tidak bosan. Tarian Barong ini menceritakan tentang kisah yang paling sering diceritakan dalam cerita rakyat manapun yaitu tentang pertempuran antara pihak baik melawan pihak jahat. Sepanjang sejarah tari Barong Bali, pihak yang baik selalu digambarkan dengan sosok Barong, makhluk buas berkaki empat yang di dalamnya dikendalikan oleh dua orang penari. Pihak jahat juga selalu digambarkan dengan sama, yaitu Rangda, sebuah sosok mirip wanita menyeramkan yang memiliki dua buah taring besar di mulutnya.

Ada pandangan yang berbeda tentang sejarah tari Barong Bali ini, dimana salah satu pandangan menyatakan bahwa tari Barong merupakan sebuah seni yang sudah sejak lama ada di Indonesia, sebuah kesenian bawaan dari masyarakat Austronesia. Pandangan ini juga memberitakan bahwa kisah yang dimainkan dalam tari Barong merupakan kisah tentang Bhatara Pancering Jagat dan istrinya yang bernama Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Pandangan lainnya tentang Barong muncul dari itihasa Bali dimana tari Barong muncul dari cerita suci dan bukan dongeng. Dipercaya kisah tentang Barong dan Rangda ini berkaitan dengan cerita ketika Siwa mencari Dewi Uma.

Kali pertama dalam sejarahnya tari Barong Bali dijadikan pertunjukkan adalah pada abad ke-19 dimana pada saat itu Raja Kelungkung yang memiliki nama atau julukan Ida I Dewi Agung Sakti meminta diadakannya pertunjukkan yang bentuknya adalah wayang orang dengan total penari sekitar 36 orang dimana sebagian dari penari tadi harus berperan sebagai pasukan dari seekor raja kera dan sebagian lagi berperan sebagai pasukan rahwana. Para penari ini kemudian diharuskan mengenakan topeng dan busana yang terbuat dari serat yang bernama braksok. Saking populernya, pertunjukkan tersebut kemudian diberi nama Barong Kadingkling atau Barong Blasblasan yang jika berkunjung ke suatu desa, diyakini pohon kelapa yang ada di desa tersebut menjadi amat sangat subur.

Jenis-Jenis Barong dan Rangda Dalam Tari Barong Bali
 
Dalam pengaplikasian dan perkembangan tari Barong Bali, ada beberapa jenis topeng yang dikenakan oleh penari utama. Yang paling sering dipentaskan adalah Barong Ket, sebuah tarian yang wujudnya nampak seperti perpaduan antara singa, macan, dan sapi. Badan dari Barong ini memiliki hiasan ukir yang terbuat dari kulit dan ditempeli cermin sehingga nampak berkilau. Bulu-bulu yang ada di badan Barong Keket ini juga terbuat dari perasok, serat dari daun yang mirip dengan pandan, ijuk, bahkan tak jarang terbuat dari bulu milik burung gagak.

Barong berwujud hewan kedua, dalam sejarahnya dikenal dengan nama Barong Bangkal yang terkadang disebut juga Barong Celeng. Sesuai namanya, Barong ini memiliki bentuk yang menyerupai seekor bangkal atau bangkung, seekor babi besar yang umurnya sudah tua. Barong jenis ini biasa dipentaskan pada hari-hari keramat dengan cara dibawa berkeliling desa.

Jenis Barong hewan yang terakhir ialah Barong Macan yang sesuai namanya, berwujud macan. Salah satu jenis Barong yang terkenal baik oleh kalangan masyarakat Bali maupun masyarakat luar Bali. Biasa dipentaskan dengan cara diarak mengelilingi desa dan dilengkapi macam-macam peralatan drama seperti gamelan dan lainnya.

Jenis barong yang lain ialah Barong Landung yang tidak lagi berbentuk hewan dan lebih mirip seperti Ondel-ondel Jakarta. Cerita yang meliputi Barong Landung ialah Barong ini merupakan penggambaran dari Raja Kerajaan Bali yang bernama Jaya Pangus dimana ia mempersunting seorang putri Tiongkok bernama Kang Cing Wei. Cerita dalam pementasan Barong Landung berpusat pada bagaimana pernikahan antara kedua manusia tadi tidak direstui oleh para dewa karena Jaya Pangus dinilai telah melanggar adat dan ketika tidak dapat memiliki keturunan ia pergi menemui Dewi Danu dan dijadikan properti milik Dewi tersebut sehingga terjadi pertikaian antara istrinya dengan sang Dewi.

Selain Barong, pihak lain dalam kisah Barong adalah Rangda yang digambarkan sebagai ratu dari para leak yang ada. Rangda digambarkan sering menculik dan memangsa anak-anak kecil dan memimpin sepasukan penyihir jahat untuk membasmi Barong. Layaknya Barong, ada beberapa jenis Rangda yang ada dan yang pertama adalah Rangda Nyinga yang berbentuk seperti singa dan mulutnya sedikit menonjol untuk menggambarkan bahwa Rangda tersebut memiliki sifat buas seperti singa. Jenis kedua ialah Rangda Nyeleme yang wajahnya mirip dengan manusia demi menandakan bahwa Rangda tersebut berwibawa. Jenis Rangda terakhir ialah Rangda Raksasa yang merupakan gambaran Rangda pada umumnya. Jenis-jenis Rangda ini menambah variasi dalam penceritaan sejarah tari Barong Bali.
 



 

Senin, 31 Juli 2017

Sejarah Pembuatan Patung Liberty

Garasisejarah - Patung Liberty adalah bangunan paling bersejarah dan fenomenal di Amerika. Patung ini bahkan menjadi ikon Amerika yang sangat diminati oleh banyak orang di dunia. Datang ke Amerika belum lengkap jika belum berkunjung dan berfoto di depan patung yang menjadi simbol kebebasan masyarakat Amerika.Meski saat ini Patung Liberty telah menjadi ikon kebanggaan. Tak banyak orang tahu bagaimana dahulu patung ini dibuat. Bagaimana sang pematung harus berusaha mencari dana ke sana-kemari agar patung ini mampu berdiri. Berikut sejarah pembuatan Patung Liberty yang tak banyak diketahui banyak orang di seluruh dunia.

http://garasigaming.com/


Rancangan Awal Patung Liberty
Membahas sejarah pembangunan Patung Liberty tidak bisa dipisahkan dari sang pembuatnya yang sangat fenomenal. Dia bernama Frederic Auguste Bartholdi dan merupakan warga negara Prancis. Sejak kecil, Bartholdi sangat menyukai dunia seni, ia sempat menjalani profesi pelukis di usianya yang masih sangat muda. Untuk mengekspresikan jiwa seninya yang berapi-api, ia berhasil membuat banyak sekali patung. Salah satu hasil kerja keras dari Bartholdi dikerjakannya saat berusia 18 tahun.

Saat beranjak dewasa, ia ikut Perang Franco-Prussian. Dalam perang ini ia mendapatkan gagasan untuk membuat patung bertema kebebasan. Akhirnya ide untuk membuat Patung Liberty tercipta. Lokasi awal yang akan digunakan untuk tempat berdirinya pun bukan Amerika. Bartholdi yang saat itu menjelajah Mesir dan melihat Sphinx bermimpi akan mendirikan patung termegahnya di Terusan Suez.

Pengumpulan Dana yang Sangat Berat
Pengumpulan dana untuk Patung Liberty sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang merupakan proyek yang sangat mustahil. Bartholdi berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk memengaruhi banyak orang di Prancis. Ia bergerak dari satu kantor ke kantor yang lain untuk mengumpulkan uang sekecil apa pun itu. Kritik pedas yang dilontarkan oleh banyak orang di Prancis.

Meski demikian ia tetap menjalankan misi besarnya ini. Ia meminta banyak sekali sumbangan, hingga akhirnya terkumpul sekitar 250.000 Franc (setara $750.000) di tahun 1879. Dari sini ia mulai membangun banyak bagian dari patung karena telah mendapatkan dana yang cukup banyak.

Pembuatan Patung Liberty
Patung Liberty dibuat di Prancis pada tahun 1876. Bartholi menggunakan segala kemampuannya untuk membuat patung hebat ini. Desain dasar dari patung dibuat dari metal-metal produksi Gustav Eiffel yang telah berhasil membuat Menara Eiffel berdiri tegak. Dari metal-metal kuat ini, Bartholdi mulai melapisi beberapa bagiannya dengan batu dan mulai mengukirnya sesuai dengan desain yang telah dibuat.

Selama kurang lebih 8 tahun ia berjuang sendirian. Saat ada pameran ia ikut dan menunjukkan patungnya yang sudah nyaris jadi. Dari pameran ini ia mendapatkan banyak uang yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sangat fenomenal ini. Akhirnya di tahun 1884, Patung Liberty yang merupakan simbol dari dari dewa kebebasan Libertas berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna.

Penggalangan Dana di Amerika Serikat
Kebanyakan orang hanya mengetahui jika Patung Liberty diberikan oleh Prancis kepada Amerika sebagai hadiah. Pada prinsipnya memang nyaris benar. Patung ini dibuat oleh warga Prancis dan beberapa dananya dikumpulkan dari para donatur. Hal ini dilakukan karena pemerintah Prancis tidak menyetujui proyek ini hingga dana tak kunjung keluar. Terlebih lagi, patung ini memakan banyak sekali biaya.

Saat Patung Liberty akan selesai, Bartholdi ingin meminta orang di Amerika untuk membantunya. Terutama untuk penyelesaian dan juga pengiriman. Biaya yang dibutuhkan lumayan banyak, dan hal ini ditolak oleh pemerintah Amerika. Mereka tidak habis pikir kenapa hanya sekumpulan batuan saja bisa memiliki harga yang sangat mahal.

Akhirnya ada seorang jurnalis bernama Joseph Putlizer yang memiliki ide brilian. Ia menulis sebuah artikel yang memengaruhi warga di Amerika untuk menyumbang. Uniknya, setiap orang yang menyumbang, namanya akan tampil di dalam koran. Strategi ini berhasil dan mampu membuat Patung Liberty berlayar jauh dari Prancis ke Amerika.

Berdirinya Dewi Kebebasan di Tanah Amerika
Setelah setahun penggalangan dana, akhirnya pada tahun 1885 Patung Liberty dibawa dari Prancis menuju Amerika. Patung ini memiliki berat puluhan ribu ton hingga butuh waktu yang cukup lama untuk mengangkutnya. Di Amerika sendiri, penyambutan patung ini dilakukan dengan besar-besaran. Banyak warga New York yang rela membantu dalam proyek ini agar bisa segera melihat patung yang sangat megah tersebut.

Penyusunan Patung Liberty berjalan cukup lama. Dari mulai sampai hingga selesai disusun butuh waktu sekitar 6 bulan. Akhirnya pada 25 Oktober 1886 patung ini mampu berdiri dengan tegak. Bahkan, sehari setelahnya dideklarasikan sebagai hari libur nasional. Banyak orang dari berbagai penjuru Amerika menyaksikan Lady Liberty yang berdiri kokoh sebagai simbol kebebasan di Amerika.

Patung Liberty di Era Modern
Di era modern seperti sekarang, Patung Liberty sudah secara resmi menjadi tempat wisata andalan di Amerika, khususnya New York. Setiap tahun ada jutaan orang datang dari berbagai belahan dunia untuk menikmati kemegahan patung wanita yang merupakan simbol kebebasan di Amerika ini. Patung ini adalah bukti jika di masa lalu ada pria yang memiliki ambisi untuk mengabadikan sebuah kebebasan di tanah yang telah lama dijajah oleh bangsa Eropa.

Saat ini Patung Liberty banyak digunakan untuk aktivitas perayaan. Setiap tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika), area ini akan penuh sesak dengan banyak orang yang ingin menyaksikan meriahnya kembang api. Saat tahun baru pun Patung Liberty juga menjadi latar perayaan yang sangat megah.

Demikianlah uraian singkat tentang sejarah pembuatan Patung Liberty yang sangat megah. Semoga bisa berguna untuk Anda semuanya.